Posts Tagged ‘motivasi’
kebenaran dan gigi
Kebenaran itu mahal. Sangat mahal. Kita telah disuguhkan banyak perhelatan pencarian kebenaran (yang tidak ada titik temunya) di berbagai media, TV, koran, radio, internet. Kebenaran tentang kasus Bank Century, kasus om Bibit-Chandra, kasus pak Susno, pak Gayus, kasus video syur Luna-Ariel, video syur Ariel-Cut Tari, dan yang terakhir kasus gigi bang Morang.
Saya tidak mau menulis kasus penuh intrik yang saya sebut-sebut diatas. Selain tidak menarik, juga karena tidak bermanfaat, setidaknya bagi saya saat ini. Saya mau menulis tentang kasus yang terakhir, kasus gigi bang Morang yang hilang karena memperjuangkan kebenaran.
Ya, tulisan ini untuk mengapresiasi keberaniannya memperjuangkan kebenaran. Meski taruhannya 3 GIGI DEPAN.
Bang Morang ini teman saya. Dia orang Medan. Marganya Situmorang. Saya dan teman-teman tidak pernah memanggil nama aslinya. Bagi kami namanya adalah bang Morang atau bang Ucok. haha…(Peacee bang!). Dan kami memanggilnya ‘bang’ karena dia memang lahir lebih dulu beberapa tahun dari saya dan teman-teman saya. Ok, cukup tentang namanya.
Intinya beberapa minggu lalu dia datang ke kampus dengan masker. Saya pikir sedang flu. Waktu saya tanya, “Kenapa bang? Sakit?”, dia cuma menjawab dengan senyuman yang tentu saja gak kelihatan karena wajahnya tertutup masker. Saya jadi heran. Besoknya dia presentasi dengan masker juga. Aneh, pikir saya. Suaranya jadi tidak jelas.
Keheranan saya terjawab ketika teman saya berujar panjang bahwa bang Morang patah giginya karena dipukuli copet di patas. Saya tidak kaget. Dia memang punya insting yang baik soal copet. Beberapa kali dia bilang ke saya dan teman saya saat di Patas, “Hati-hati, Er. Itu yang dibelakang lo copet!”. Dan gawatnya dia selalu menantang bahaya. Kalau dia bisa membuat copet itu ditangkap, dia akan melakukan apa saja.
Ini kasus sepele. Dia dipukuli 3 copet di patas karena (sepertinya) melawan saat akan dicopet. Tapi, herannya, kemana orang-orang di patas itu?? Kan paling tidak ada 15 orang dalam satu patas!!
Mungkin begitulah nasib pejuang kebenaran. Selalu ditinggalkan sendirian. Karena kebenaran memang mahal dan tidak semua orang berani membayar harganya.
Sekarang bang Morang kehilangan 3 gigi depannya. Dicabut sampai akar-akarnya dan akan diganti gigi palsu yang saya yakin mahal juga harganya.
Kemarin saya tanya ke dia, “Bang kalo ada copet lagi, mau ngelawan lagi?”
Bang Morang (BM): Mau lah. Kenapa enggak?
Saya: Gak takut keilangan gigi lagi? Kata lo sakit dicabut gigi?
BM: Ya, sakit kalo gigi asli. Besok2 kan gigi palsu tuh jadi gak apa2…haha
Saya: ahaha…oh iya-ya…bener-bener bang!
Hmmm…Kira-kira butuh berapa gigi ya untuk menungkap kasus Century?
they’re called dreams…
Orang seperti saya akan mati tanpa mimpi!
Itulah pernyataan Andrea Hirata di acara talk show WMM tanggal 22 Januari lalu. Sebuah pernyataan yang membuat saya merinding.
Saya lahir dan besar di daerah yang mungkin tidak pernah teman-teman bayangkan. Saya lahir di pelosok Belitong. Tempat yang mungkin jin juga gak mau buang anak disana!
Terbayang oleh saya sebuah tempat bersetting pedesaan yang sangat muram, tak ada lampu, tak ada jalan raya, apalagi internet! Sebuah tempat yang lebih terbelakang dari kampung nenek saya di tahun 1995-an yang notabene masih di kawasan jawa. Saya merinding lagi. Membayangkan kesunyian dan kepekatan yang mungkin tercipta saat malam menyapa.
Tapi saya punya mimpi. Salah satunya saya bermimpi belajar ke luar negeri. Tidak nanggung-nanggung, saya ingin belajar ke Sorbonne, Perancis! Bisa dibayangkan, anak kampung mimpi belajar di universitas kelas dunia!?
Sekali lagi saya merinding. Mendengar pernyataan-pernyataan seperti itu selalu membuat saya merinding. Kali ini bukan karena ngeri, tapi karena saya merasakan kekuatan kata-katanya. Mimpi dan perwujudannya, mereka selalu berhasil membuat saya terpana.
Kalau saya yang serba tidak berkecukupan, yang tidak punya modal apa-apa untuk ke Paris selain mimpi saja bisa benar-benar sampai ke sana, maka saya yakin teman-teman mampu melakukan lebih baik dari yang saya lakukan. Ya, karena teman-teman punya lebih banyak hal yang dulu tidak saya miliki.
Saya terdiam. Berusaha mencerna kata-katanya. Itu persis perkataan yang sering dipetuahkan ibu saya. Beliau selalu bilang bahwa dengan segala macam fasilitas dan kemudahan, seharusnya generasi sekarang lebih mampu berkarya dan berprestasi. Seharusnya. Tapi kenyataan sering berkata lain. Ada saja anak yang serba berkecukupan tapi gagal dalam kehidupannya. Dan sekarang saya bisa menambahkan satu faktor penyebab lagi untuk mereka. Faktor itu adalah, “mereka tidak punya mimpi!”
so, they’re called dreams…
they’re the very first embryo of your success…
if you fail to dream, you fail to succeed…
that’s my version.
7up!
Keberhasilan itu bisa dicapai dengan berbagai cara, iya kan?
Bukan dengan cara yang aneh-aneh (baca: menghalalkan segala cara) loh ya. Karena keberhasilan yang dicapai dengan cara yang tidak baik sebenarnya merupakan sebuah kegagalan, kegagalan untuk berhasil dengan terhormat. Kadang kita memang jatuh, tapi bukan berarti itu adalah saat terbaik untuk menyerah. Bukan!
Ada cerita menggelitik mengenai ini. Alkisah ada seseorang yang sangat mencintai soda. Saking cintanya, dia ingin mendedikasikan seluruh hidup, jiwa dan raga, serta usahanya demi soda. Jadilah dia memutuskan untuk membangun usaha pada bidang ini: soda. Produk sodanya yang pertama diberi nama ’1-up’. Produk ini gagal dipasar. Target penjualan tidak tercapai. Dia tidak menyerah, kemudian dia membuat produk baru yang diberi nama ’2-up’, produk ini tidak lebih baik dari yang sebelumnya. Kemudian dia membuat yang ketiga, ’3-up’ yang juga gagal menembus pasar. Begitu terus nasibnya sampai pada prouduk sodanya yang ke enam, ’6-up’. Ketika itu dia putus asa dan akhirnya memutuskan untuk berhenti. Yah, dia berhenti!
Setahun kemudian dia melihat iklan produk soda baru di TV.
Produk itu bernama,’7-up’!
Andai orang itu mau berusaha sedikit lagi, mungkin dialah orang yang akan memproduksi soda terkenal itu. Andai dia tidak berhenti berusaha, tentunya dia akan sampai pada sesuatu. Andai dia tahu bahwa usahanya layak diperjuangkan sampai berhasil, tentunya dia tidak akan pernah menyerah.
Kadang kita juga melakukannya. Bosan berusaha, karena walaupun telah berusaha berulang-ulang hasil yang diinginkan tidak kunjung tercapai. Akhirnya, kita menyerah! Tanpa tahu bahwa mungkin saat kita menyerah adalah titik dimana kita hanya butuh melangkah sedikit lagi. Jika diibaratkan dengan seorang pendaki, maka akan sangat sia-sia jika dia memutuskan untuk turun lagi ketika dia telah nyaris tiba di puncak…hanya dengan alasan “Saya tidak bisa melihat puncak gunung ini dan saya sudah merasa lelah, jadi mungkin gunung ini memang tidak ada puncaknya. Maka saya putuskan untuk turun saja.”.
Padahal dia hanya berjarak beberapa langkah dari puncak…
So, tidak ada usaha yang sia-sia. Kalaupun usaha kita belum berhasil, itu bukan karena kita memang ditakdirkan untuk tidak berhasil. Mungkin jalan yang kita ambil belum tepat, sehingga kita melalui jalan memutar yang panjang. Tapi percayalah, banyak pemandangan indah di sepanjang jalan yang kita lalui, banyak pengalaman berharga yang dapat diambil dari setiap ‘kegagalan’ kita. Yang terpenting adalah, jangan pernah menyerah. Never give up hopes. Never put off dreams.
Percayalah, setiap gunung punya puncak, walau kita tidak selalu bisa melihatnya…
inspired by: my own story
waktu lagi install wordpress offline dan gak berhasil2, saya terus bilang bahwa saya pasti bisa install software imut ini. hampir 5 kali saya install-uninstall aplikasi nakal ini. hampir nyerah, tapi gak jadi. karena kalo saya nyerah artinya saya kalah dan gak akan pernah tau gimana caranya install aplikasi ini (maklum dah, saya gaptek juga klo uda kena masalah database, php, mysql, apache, dsb.dsb itu), akhirnya saya putuskan saya ga bisa nyerah! bukan gak mau, tapi gak bisa!
dan begitulah, saya install-uninstall berkali-kali sampai2 saya gak perlu lagi baca manual booknya….yeah, karena saya udah hafal. bener-bener hafal!
dan akhirnya waktu wp offline nya berhasil diinstall (dan dipake), saya seneng banget (ya iyalah,,,secara udah nyaris gila gw ngulik2 ginian). bukan cuma bisa install aplikasi, tapi juga paham n hafal step-by-step nya tanpa liat panduan!! ^^…luar biasa!
jadi, ga nyerah itu ga sia2 kan?
Muslimah Sejati
Bismillah…
Muslimah sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya
Muslimah sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya
Muslimah sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tetapi dilihat dari keikhlasan saat memberi kebaikan itu
Muslimah sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan
Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara
Muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya
Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda
Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur
Muslimah sejati bukanlah dilihat dari supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menjaga kehormatan diriya dalam bergaul
Muslimah sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap
Muslimah sejati tidak diihat dari retorikanya ketika aksi
tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan
Muslimah sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam melaksanakan amanah
Muslimah sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro’, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan
Muslimah sejati tidak dilihat dari tasnnya yang selalu membawa Al Qur’an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al Qur’an tersebut
Muslimah sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik
Muslimah sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud..
Renungkanlah ukhtifillah… semoga bisa menjadi pengingat untukku, untukmu dan untuk semua.
adapted from: a friend’s note.
PD
Parkinson’s Disease (PD)
Pertama kali kudengar nama ini bertahun lalu di acara Oprah Winfrey Show. Waktu itu seorang pria mengaku penyakit ini membuatnya tak mampu mengendalikan gerakan tubuhnya. Dalam tingkat yang parah, penyakit ini membuat penderitanya seperti orang yang, well, aneh. Penderita Parkinson selalu memiliki gerakan2 khas yang tak terkontrol. Sebut saja selalu gemetar dan berdebar, selalu menggelengkan kepala, selalu memiringkan kaki, dsb.
“Parkinson’s disease is a devastating brain disorder that gradually robs people of the ability to control their own movements.” (http://www.lef.org/protocols/neurological/parkinsons_disease_01.htm) bla.bla.bla
Penyakit ini kutelusuri lagi karena pagi ini salah seorang temanku mengaku menderita penyakit ini. Dan penyakitnya ini baru teridentifikasi setelah 20 tahun! Padahal tanda2nya sudah ada sejak dia kecil.
With all my respect, I do not mean to insult anybody. Aku sudah meminta izin khusus untuk menulis kisahnya disini. Ya, menulis kisahnya karena kupikir it’s very inspiring. Sekarang aku jadi ingat film “One Litre of Tears” dan “Midnight Sun” yang melodramatik itu! Pesannya hampir sama walaupun dikemas dengan kerangka cerita yang berbeda.
Intinya kita harus sangat bersyukur karena terlahir normal dan sehat. Bisa beraktivitas normal tanpa kendala motorik. Dapat berpikir logis dan bertindak sesuai dengan pemikiran itu. Bisa berlari dibawah matahari dengan bebas. Dapat naik banyak wahana di Dufan. Bisa mengejar patas yang lewat tanpa pernah benar2 berhenti untuk membiarkan penumpangnya naik dengan tenang…banyak yang harus kita syukuri kawan.
Temanku ini memiliki kendala motorik di daerah tangan. Kesulitan mengontrol gerakan tangannya membuat tulisan tangannya tak teratur dan menurutnya membuat dosen malas membaca jawaban ujian2nya sehingga nilai2nya selalu ajaib. Jatuh bangun dia membangun kepercayaan diri dan mempertahankan nilai IP nya. Semangatnya memang fluktuatif, dan itu sangat manusiawi. Namun pada akhirnya dia mampu merangkum semuanya dengan manis…dia berkata padaku:
“Gue seneng karena akhirnya gue tau penyakit gue ini apa namanya dan – walaupun udah agak telat –gue tau ada cara buat mengontrolnya. Dokter bilang gue mungkin harus minum obat terus, tapi gue yakin gue pasti bisa normal. Sekarang gue tau ga guna banget meratap. Yang harus gue lakukan sekarangn ya bangkit lagi, belajar lagi, semoga semester depan IP gue jauuh lebih baik..”
I smiled. Yes, darling. You have to move ahead!
Gak ada gunanya meratap. Kalo jatuh ya bangun lagi, lari lagi! Jangan diem2 disitu aja, mau sampe kapan meratap disitu?! Udah lari aja! Jangan nangis disitu, kejar mimpi2 itu… ucapku dalam hati, yang aku yakin dia bisa mendengarnya.
P.S.: check this link out!
http://www.kapanlagi.com/a/teh-hijau-bisa-sembuhkan-parkinson.html