Posts Tagged ‘makanan’
datasemen anti-terong
(bahkan judul postingan kami [saya dan si pelaku dalam cerita ini] sama! wah, hebat! isi ceritanya juga mirip deh kayaknya)
Pembicaraan tentang terong itu tidak singkat. Maka sepertinya harus ada dua episode yang ditulis disini. Kami masih saja tidak mengerti dimana letak nikmatnya terong…
Sampai-sampai teman saya ini frustasi sendiri, dia takut jika ada tes ketahanan diri dimana dia diminta bertahan hidup seadanya (sementara yang ada cuma terong) maka dia pasti akan gagal dalam tes itu. Saya masih ingat kutipan SMS-nya:
“Program Indonesia Mengajar akan mengkondisikan kita seperti di daerah terpencil yang kita masuki. Dan ketangguhan kita menghadapi medan pastinya akan diukur. Kamu merasa adil gak kalau pengukuran ketangguhan menghadapi medan diukur dari bisa makan terong atau gak? Dunia ini memang gak adil kalau cuma terong instrument pengukurnya.”
Saya tertawa lagi. Ini agak berlebihan. Saya pikir kami bisa lulus kok! Toh yang dinilai bukan hanya satu hal! Kecuali kalo lomba makan terong, maka saya bisa yakin dengan sepenuh jiwa raga bahwa kami memang akan kalah!
Pertanyaan terakhir yang gak kalah mengkhawatirkan,
“Kalau nanti suami kamu suka terong gimana ern?”
Saya terdiam dulu. “Gak masalah ta, aku bisa kok masak terong!” jawab saya yakin.
“Tapi kan kamu gak suka makan terong?”
“Iya, nanti aku makan bumbunya ajah, dia terongnya….hehe ^^”
Rice Cooker: A Magic Pan!
Saya tidak pernah menghargai rice cooker sebesar ini sebelumnya. Dulu penghargaan saya kepada rice cooker hanya sebatas rasa terima kasih karena benda bulat mirip panci itu mampu membuat beras menjadi nasi tanpa meminta saya melalui dua proses: mengaroni dan menanak nasi. Sekarang rasa penghargaan itu berubah menjadi sebuah kekaguman yang tidak terkira (versi lebai). Bagaimana tidak, ternyata rice cooker itu sangat multifungsi. Mulai dari memasak nasi, merebus air, membuat mie instan, memasak sayur, nasi goreng, dan mungkin bisa untuk memanggang roti!
Saya memang belum mencoba semua hal itu. Tapi saya yakin benda bulat ajaib mirip panci itu mampu melakukan banyak hal. Ini benar-benar sebuah fakta baru untuk saya. Yah, kadang kita memang harus berada dalam kondisi terdesak untuk melakukan hal-hal besar. Pertanyaannya: Apakah memasak nasi goreng dengan rice cooker itu termasuk hal besar? Wallahulambissawab.
Kupat Tahu, Finally I Found You!
Obsesi saya makan Tahu Kupat di Solo belum terpenuhi. Rasanya saya menyesal karena waktu itu tidak menyempatkan diri ke tempat penjual tahu kupat di pertigaan Gaden. Alhasil, I become a Tahu Kupat hunter selama beberapa minggu belakangan ini!
And yesterday I found it!
Kupat Tahu khas Magelang, begitu bunyi spanduk di depan tokonya.
Saya berbinar senang. Finally I found you, my obsession!
Meskipun namanya tidak sama dengan yang di Solo (Tahu Kupat), tapi saya harap ini cuma permainan kata…mungkin orang Magelang lebih nyaman menyebutnya Kupat Tahu. *simple.
Ternyata benar kan, jika kita benar-benar menginginkannya maka Insya Allah kita bisa mendapatkannya! *tiba-tiba inget buku The Secret dan konsep Mestakung-nya Prof. Yohanne Surya.
“Nanti aku mau makan disitu ah,” seru saya pada teman seperjalanan saya. Dia manggut-manggut.
Bahkan sepanjang acara pun saya jadi tidak fokus. Ketika sesi tanya jawab saya tergoda untuk bertanya pada si pembicara yang katanya orang Magelang itu, “Saya mau tanya perbedaaan Kupat Tahu Magelang dan Tahu Kupat Solo itu apa ya?”. Untungnya saya masih cukup kuat menahan godaan itu.
Siang itu pun saya mampir ke tempat itu untuk mewujudkan keinginan saya!
“Dengan ataupun tanpa teman, aku mau tetap nyobain Kupat Tahu itu!” kata saya defensif pada teman saya.
And, my wish came true!
Kupat Tahu, finally I found you…

