Live, Love, Learn!

veritas^^

Archive for the ‘Those Kiddos’ Category

PILIHAN

leave a comment »

Hidup itu merupakan serangkaian proses memilih dan menjalani konsekuensi-konsekuensi dari pilihan yang telah dilakukan. Setidaknya itu yang saya pikirkan. Namun hidup itu sendiri bukanlah sebuah pilihan. Hidup adalah kewajiban. Nah, ada yang tidak setuju?

Tadi siang teman saya memberikan kultum yang judulnya ia kutip dari sebuah majalah. Saya tidak benar-benar ingat judulnya, maklum malas mencatat kadang menumpulkan ingatan (^^v). Kurang lebih bunyinya seperti ini “Pilih yang dapat kamu pilih, jalani apa yang menjadi kewajibanmu dengan tersenyum”. Menurut saya itu judul yang menarik. Ya, menarik. Karena selama ini kita sering tidak sadar mana yang merupakan pilihan dan mana yang merupakan kewajiban. Kita sering mengaburkan sendiri pilihan dan kewajiban kita. Sehingga terkadang kita menyalahkan takdir Allah.

Sepertinya sedikit ilustrasi bisa membuat semuanya lebih jelas.Oke, ilustrasinya begini. Ada seorang pemabuk yang teler berat di siang hari di tempat  umum. Ketika ditegur dia malah bilang, “Allah sudah menakdirkan saya untuk seperti ini, untuk mabuk begini. Yah, beginilah takdir Allah untuk saya. Saya sih terima aja.”

Nah, kalau di zaman kekhalifahan maka orang ini diberi hukuman dua kali. Pertama, karena dia mabuk. Kedua, karena dia menghina Allah. Tentu saja, dia ini lancang sekali. Dia membuat pilihan yang tidak baik dan dia menyalahkan Allah dengan bilang bahwa itu takdir Allah. Padahal, itu pilihannya sendiri!

Saya jadi ingat murid di tempat PPL saya. Waktu itu saya sedang bertugas di meja piket, mencatat murid-murid yang datang terlambat (kerjaan rutin mahasiswa PPL). Ada satu murid yang entah kenapa sering sekali terlambat. Ada percakapan menarik antara wakasek dengan si murid perempuan, sebut saja namanya Bunga.

“Bunga, kamu telat lagi. Kenapa kamu telat?” tanya pak wakasek seraya menyambut uluran tangan si anak.

“Iya pak. Saya kesiangan pak.” Jawab si bunga gelisah.

“Kenapa kamu kesiangan?” si pak wakasek mencoba menginterogasi.

“Hmm…Kenapa ya pak? Gak tau pak.” si anak kebingungan.

“Loh kok gak tau?”

“Iya pak. Saya kayaknya kesiangan karena takdir pak.”

Waktu itu saya tidak kuasa menahan tawa. Cekikikan sendiri karena betapa kreatif dan gak nyambungnya anak ini. Coba saja itu, kesiangan kok karena takdir. Harusnya dia jawab kegiatannya di malam hari yang membuat dia jadi sulit bangun pagi. Itu sungguh lucu buat saya. It was silly!

Tapi, terkadang kita juga demikian kan? Terkadang kita dengan mudahnya menyebut kata takdir untuk menjelaskan keburukan yang menimpa kita. Tapi kita tidak pernah menyebutkan takdir ketika kita mendapat kesuksesan. Mungkin itu contoh nyata bahwa manusia itu sering lupa dan tidak bersyukur. Menyalahkan sesuatu di luar dirinya untuk keburukan yang dia dapat dan memuji diri sendiri untuk kesuksesan yang datang. Padahal semuanya telah tertulis di lauhul mahfuz. Tidak ada satupun kejadian yang luput dari pengamatanNya. Tidak ada satupun kejadian yang belum ditulis.

Kita memang tidak pernah tau apa yang Allah takdirkan untuk kita. Tapi Allah memberikan kita kesempatan untuk membuat pilihan. Maka, takdir adalah hasil akhir dari pilihan dan serangkaian usaha terbaik yang kita lakukan.

Menyambung ke tema awal, pilih yang dapat kita pilih dan jalani kewajiban kita dengan senyuman. Maka mana yang menjadi pilihan dan mana kewajiban kita? Tentu saja pilihan adalah sesuatu yang kita pilih dengan sadar sementara kewajiban adalah sesuatu yang tidak mungkin kita pungkiri.

Semoga bisa dicerna ya maksudnya. Hehe.

Written by erni

April 16, 2011 at 09:32 p04

Posted in Ideas, Those Kiddos

Tagged with ,

NOT THINK

with 3 comments

Ini adalah satu dari sekian kisah unik di tempat PPL. Cerita di dunia SMP.

Waktu itu saya meminta evaluasi dari anak-anak di kelas. Awalnya mereka bingung. Belum pernah ada guru yang meminta dievaluasi oleh siswa, mungkin itu yang mereka pikir. Yah, bagi saya hal itu wajib. Bagaimana saya bisa tau apa yang mereka pikirkan jika saya tidak pernah bertanya?

Oke, karena kegiatan ini tidak memiliki alokasi waktu khusus, maka saya hanya mengambil waktu sisa di akhir jam pelajaran. Sepuluh menit. Saya harap itu cukup.

Mereka semangat sekali menjawab lima pertanyaan yang saya ajukan. Saya meminta mereka untuk tidak menuliskan nama, tapi ada saja yang diam2 bilang ke saya, “Miss, punya saya ada tanda tangannya loh. Nanti miss cari aja yang tanda tangannya paling keren!”

Saya tersenyum. Sepertinya dia ingin sekali saya membaca tulisannya dan mengetahui bahwa tanda tangannya lebih keren dari semua tanda tangan teman-temannya.

Sesampainya di kosan, saya membuka semua lembaran yang tadi saya kumpulkan. Jawaban mereka unik-unik. Yang paling membuat saya merasa aneh adalah jawaban atas pertanyaan nomer 2.

Apa yang tidak disukai dari cara mengajar Miss.Erni?

NOT THINK!!!

Saya kaget. WHAT???

Saya bertahan membaca beberapa lembar lagi. Jawaban serupa muncul beberapa kali.

NOT THINK ^^

Ada yang menulis besar-besar. Ada yang menulis miring, dan yang lain lagi dibubuhi smiley. Mereka pasti kawanan yang duduk berdekatan sehinggga jawabannya serupa.

Masalahnya adalah kenapa mereka menulis seperti itu?

Apa iya saya tidak berpikir saat mengajar (not think)?

Apa iya cara mengajar saya seperti orang yang tidak bisa berpikir?

Pusing saya jadinya.

Kertas selanjutnya memberi saya jawaban.

Tidak ada (NOTHING)!

Well done! Jadi itu maksudnya, nothing!!!

OMG, mereka benar2 mm…*berusaha mencari kata yang tepat*…cerdas!

Saya tertawa2 membaca itu, sepertinya bukan saya yang ‘not think’ tapi mereka….hehe

Pesan saya untuk mereka, jangan asal tulis!

Tapi saya benar-benar menghargai tulisan mereka, buktinya mereka tidak pernah tau kalau saya sempat kaget membaca hasil evaluasi itu, especially that ‘not think’ part :D

 

Written by erni

November 12, 2010 at 09:32 p11

Posted in Deviant, Those Kiddos

Tagged with , ,

melody

leave a comment »

It’s been days left unwritten

It’s been hours remained frozen

It’s been stories kept silent

Now, here I am, in the middle of a slow silent night, trying to figure out things, trying to retell the untold stories

The first thing came to my mind was my students, in SMP 44

I still remember the first time I came to their classrooms, typical classrooms

I recognized their look, a question look

I also remember the first day I taught them, not really smooth

Then I remember how I got mad making them paying much attention to what I said, exhausting

The next slides were colorful, full of happiness, sadness, and care

I learned a lot

That being a teacher is not all about teaching things from the book

That being a teacher is more to educate them how to be a good smart person

That being a teacher is not always to teach, but to rise their curiosity to learn

That being a teacher is to realize that I can do something to help this kids learn

….

And I was torn a part when they cried hearing the news of my leaving

It was a torture in the beginning

And it also a torture in the end

Yet, there are times we can meet

We will meet someday in someplace better

*thanks for the experience we shared together, students

Written by erni

November 8, 2010 at 09:32 p11

Posted in Those Kiddos

Tagged with ,

Dasar Bocah!

leave a comment »

Tadi siang dua anak kecil bertandang ke rumah saya. Sebut saja Adi dan Viki (saya lupa nama mereka!). Saya sedang dikamar, mendengarkan percakapan anak-anak itu dengan ibu saya.

Ibu         : Adi udah kalah berapa puasanya?

Adi         : Kalah Sembilan.

Ibu         : Sembilan? Kok banyak? Kamu emangnya ngapain?

Adi         : Aku sakit makanya jadi kalah banyak (nada menyesal)

Ibu         : Oh, sakit. Sekarang puasa gak?

Adi         : Puasa dong!

Ibu         : Kalo Viki udah kalah berapa?

Viki         : Aku kalah sebulan! (nada gembira)

Ibu         : Sebulan??

Ibu         : Haha…kamu kenapa gak puasa?

Viki         : Masih kecil.

Adi         : Iya, dia mah emang gak puasa! Males dasar!

Viki         : Biarin aja. Weee!

Saya tertawa sendiri jadinya. Kalah puasa sebulan dan diumumkan dengan bangga. Kalau bukan anak kecil mana ada yang berani jujur begitu? Hehe…

Written by erni

September 9, 2010 at 09:32 p09

Posted in Deviant, Those Kiddos

Tagged with

Artha dan Ibal

leave a comment »

Catatan tentang pertemuan-pertemuan terakhir kami. Masa-masa menjelang UN SMP 2010.

Mereka memang bukan anak biasa. Tentu saja.

Artha jago menirukan segala hal (sampai cara kucing kawin pun dia bisa tirukan, yang ini serius, dia bisa menirukan gaya dan suara kucing kawin! Gak penting banget!). Keahliannya yang lain adalah dia pandai bermain peran. Mungkin ini adalah efek samping dari talentanya menirukan segala hal. Dia pandai berperan jadi siapapun, mulai dari anak baik, anak nakal, playboy amatir, sampai waria! Kadang saya bingung mendefinisikan kepribadiannya…

Ibal adalah seorang drummer sejati. Pensil pun bisa berfungsi jadi stick drum di tanggannya! Impiannya (selain menjadi drummer) adalah punya adik perempuan. Impian yang agak aneh. Bagaimanapun, dibalik tampang yang dalam bahasanaya ‘anjing pun takut sama saya’ (padahal dia juga takut anjing) ternyata dia ini anak yang well,,, baik dan gentle.

Kesamaan mereka:
> Sama-sama takut tikus got yang bopeng dan badannya jelek segede kucing
> Sama-sama suka deketin anak SMA! *dasar!
> Sama-sama hobi nyicsha (itu loh, sicha yang pipanya segede selang air)
> Sama-sama gak suka belajar
> Sama-sama metroseksual (ugh,,)
> Sama-sama akan menghadapi UN satu minggu lagi

I will surely miss you, guys.

Miss our happy hours together. Miss listening to your life and love stories. Miss asking you to remember all the irregular verbs. Miss giving you some advice. Miss telling you to stop talking and do all the numbers on the sheet. Miss worrying your scores and achievements. Miss being mad at you and keeping your cells so that you can’t send SMS while I was talking…

I will pray for you, that you will find your best way in life, that you will become better and better in every single day. I may not able to listen and control you, but I can pray and hope that Allah will guide your way.

By the time you read this, I hope you will have become two mature and responsible men.

Written by erni

March 21, 2010 at 09:32 p03

Posted in Those Kiddos

Tagged with

saya, dirinya dan mereka…

leave a comment »

a true story
setting: a class in Yamitra.

Saya paling tidak bisa menghafal banyak nama! (mungkin itulah kenapa nilai sejarah saya selalu ajaib!)

Saya: Ok, Ulfa, now it’s your turn!
Dia: nama saya Tuti kak, bukan Ulfa.
Saya: oia, so sorry,,,kamu mirip temen saya, namanya Ulfa. Hehe…

Few minutes later….

Saya: Ulfa, you can ask me if u want.
Dia: (merengut aneh) TUTI kak…
Saya: (mulai frustasi) oia, Tuti.

Few seconds later…

Saya: Ul….
Dia: (cemberut kesel) ih, kakak namaku Tuti.
Saya: (kehilangan akal) ah Tuti, udah deh kamu ganti nama aja jadi Ulfa ya? Susah.
Mereka: ahaha…kakak. Kalo mau ganti nama harus tumpengan dulu kak. Hihi…Ulfa, ulfa.
Saya: (merasa tidak keruan) OK. Mungkin sebaiknya kalian pake name tag aja yah…
Mereka: gak mau ah kak,,,males bikinnya.
Saya: kalo gitu jangan protes kalo kakak salah sebut nama. Gmn?
Mereka: ummm….iya deh. (nada gak ikhlas)

Kasusnya Ulfa bukan yang pertama, sebelumnya, saat pertemuan pertama, saya sudah salah mengingat nama. Saya (entah dengan alasan apa) memanggil anak orang dengan semena-mena, saya panggil dia MAHMUD padahal nama aslinya FAHMI. Alhasil, jadilah dia dipanggil Mahmud. Oh my….

Mereka: Mahmud aja kak yang nulis,,,dia kan tadi telat.
Saya: (yang sudah sadar sepenuhnya bahwa gak ada yg namanya MAHMUD) Fahmi maksudnya?
Dia: (cengar-cengir gak jelas) nama gue Fahmi.
Mereka: dulu kan kakak panggil dia MAHMUD!
Saya: (merasa bersalah tapi geli sendiri) yah, dulu kan cm khilaf…His name’s Fahmi. Not Mahmud. OK.

Well, kadang saya tertawa2, ternyata imajinasi saya memang luar biasa. Haha…

Yeah, untungnya setelah pertemuan ke-3, saya bisa menghafal nama mreka (kcuali TUTI yang masih saja saya panggil ULFA)…
Pelajaran moralnya, jangan asal panggil nama orang kalo ga punya short term memory yang OK! Kasian juga kalo mereka smua harus tumpengan ganti nama!!

N.B.: Yamitra is a non-profit organization dealing with many unfortunate children from all around its neighborhoods. It’s been an honor to work with this kinda foundation. The presence of this foundation is like an oasis in a terrible dessert. It gives not only financial support for its children education but also a spiritual guidance for those kids. May Allah bless you,,,founders of this foundation ^^

Written by erni

February 10, 2010 at 09:32 p02

Posted in Those Kiddos

Tagged with , ,

let’s sing!

with 8 comments

berawal dari sebuah kejenuhan yang dimodifikasi dengan kreativitas ala anak SMA…

kejenuhan belajar yang dialami guru dan murid memang selalu sukses mematikan gaya dan imajinasi. jika sudah begini tentu saja pelariannya adalah tidur atau nyanyi!

karena posisiku saat itu adalah sebagai guru dari seorang anak SMA yang hobinya tidur, maka kuusulkan untuk bernyanyi saja demi mencairkan suasana…entah kenapa tidur terdengar tidak akademis untukku saat itu!

setelah sedikit berdiskusi tentang lagu apa yang akan kami nyanyikan, tiba2 muncullah sebuah request untuk menyanyikan lagu I’m Yours-nya Jason Miraz…

I wasn’t ready at all! I mean, that song is a bit fast and complicated. I don’t even remember the whole lyrics!

but, amazingly we did it great…some missing lyrics didn’t bother us at all. we sang and sang and laughed – because we made our own lyrics! wow, it’s definetely amazing!

I promised to give the “true” lyric nextweek, so here I am: searching for the lyric and the video – something which i’ve already had, actually!

cuma ingin share aja di sini,,

just enjoy this one of my fave songs of the month :)

if you want the lyric, just click here.

Written by erni

May 3, 2009 at 09:32 p05

Posted in Those Kiddos

Tagged with ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 115 other followers